ShoutMix chat widget

Anda berminat buat Buku Tamu seperti ini?
Klik di sini
Artikel Terbaru
Showing posts with label SHOLAT. Show all posts
Showing posts with label SHOLAT. Show all posts

Wednesday, January 4, 2012

Hadits Mengerak-gerakan Jari Telunjuk Ketika Shalat

Hadits Mengerakan Jari Telunjuk Ketika Tasyahud

Pertanyaan Pertama:

Terlihat dalam praktek sholat, ada sebagaian orang yang menggerak-gerakkan jari telunjuknya ketika tasyahud dan ada yang tidak menggerak-gerakkan. Mana yang paling rojih (kuat) dalam masalah ini dengan uraian dalilnya?

Jawab :

Fenomena semacam ini yang berkembang luas di tengah masyarakat merupakan satu hal yang perlu dibahas secara ilmiah. Mayoritas masyarakat yang jauh dari tuntunan agamanya, ketika mereka berada dalam perbedaan-perbedaan pendapat dalam masalah agama sering disertai dengan debat mulut dan mengolok-olok yang lainnya sehingga kadang berakhir dengan permusuhan atau perpecahan. Hal ini merupakan perkara yang sangat tragis bila semua itu hanya disebabkan oleh perselisihan pendapat dalam masalah furu’ belaka, padahal kalau mereka memperhatikan karya-karya para ulama seperti kitab Al-Majmu‘ Syarah Al-Muhadzdzab karya Imam An-Nawawy, kitab Al-Mughny karya Imam Ibnu Quda mah, kitab Al-Ausath karya Ibnul Mundzir, Ikhtilaful Ulama karya Muhammad bin Nashr Al-Marwazy dan lain-lainnya, niscaya mereka akan menemukan bahwa para ulama juga memiliki perbedaan pendapat dalam masalah ibadah, muamalah dan lain-lainnya, akan tetapi hal tersebut tidaklah menimbulkan perpecahan maupun permusuhan diantara mereka. Maka kewajiban setiap muslim dan muslimah adalah mengambil segala perkara dengan dalilnya. Wallahul Musta’an.

Wajibnya Membaca Al-Fatihah di Belakang Imam

Wajibnya Membaca Al-Fatihah Di Belakang Imam

Pendapat pertama:

Asy Syafi’i, Al Auza’i, Abu Tsur, Makhul dan Ibnu ‘Auf berpendapat wajibnya membaca Al-Fatihah di belakang imam pada shalat yang sirr maupun jarh, berdasarkan keumuman hadits ‘Ubaidah bin Ash-Shamit. Dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda :

“Barangkali kalian membaca dibelakang imam kalian” kami menjawab “Benar, wahai Rasulullah”. Beliau bersabda: “Jangan kalian lakukan, kecuali jika salah seorang di antara kalian membaca Al Fatihah. Karena tidak ada shalat bagi yang orang yang tidak membacanya“

Tempat Meletakkan Kedua Tangan Saat Berdiri Shalat – Bersedekap

Pertanyaan

Dalam praktik shalat, ketika berdiri, ada sebagian orang yang meletakkan kedua tangannya di atas dada, pusar, dan lain-lain. Bagaimanakah tuntunan yang sebenarnya dalam masalah ini?

Jawaban

Telah tetap tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa alihi wa sallam, dalam hadits-hadits yang sangat banyak, bahwa pada saat berdiri dalam shalat, tangan kanan diletakkan di atas tangan kiri, dan ini merupakan pendapat jumhur tabi’in dan kebanyakan ahli fiqih, bahkan Imam At-Tirmidzy berkata, “Dan amalan di atas ini adalah amalan di kalangan ulama dari para shahabat, tabi’in, dan orang-orang setelah mereka ….” Lihat Sunan -nya 2/32.

Akan tetapi, ada perbedaan pendapat tentang tempat meletakkan kedua tangan (posisi ketika tangan kanan di atas tangan kiri) ini di kalangan ulama, dan inilah yang menjadi pembahasan untuk menjawab pertanyaan di atas.

Berikut ini pendapat para ulama dalam masalah ini, diringkas dari buku La Jadida Fi Ahkam Ash-Shalah karya Syaikh Bakr bin ‘Abdillah Abu Zaid

Pendapat Pertama , kedua tangan diletakkan pada an-nahr. An-nahr adalah anggota badan antara di atas dada dan di bawah leher. Seekor onta yang akan disembelih, maka disembelih pada nahr-nya dengan cara ditusuk dengan ujung pisau. Itulah sebabnya hari ke-10 Dzulhijjah, yaitu hari raya ‘Idul Adha (Qurban), disebut juga yaumun nahr -hari An-Nahr (hari penyembelihan)-.

PAKAIAN WANITA DALAM SHOLAT

Pakaian Wanita dalam Shalat

1.Pertanyaan

Apakah boleh shalat memakai pantaloon (celana panjang ketat) bagi wanita dan lelaki. Bagaimana pula hukum syar’inya bila wanita memakai pakaian yang bahannya tipis namun tidak menampakkan auratnya?

Jawab:
Fadhilatusy Syaikh Shalih Al-Fauzan hafizhahullah menjawab, “Pakaian yang ketat yang membentuk anggota-anggota tubuh dan menggambarkan tubuh wanita, anggota-anggota badan berikut lekuk-lekuknya tidak boleh dipakai, baik bagi laki-laki maupun wanita. Bahkan untuk wanita lebih sangat pelarangannya karena fitnah (godaan) yang ditimbulkannya lebih besar.

Adapun dalam shalat, bila memang seseorang shalat dalam keadaan auratnya tertutup dengan pakaian tersebut maka shalatnya sah karena adanya penutup aurat, akan tetapi orang yang berpakaian ketat tersebut berdosa. Karena terkadang ada amalan shalat yang tidak ia laksanakan dengan semestinya disebabkan ketatnya pakaiannya. Ini dari satu sisi. Sisi yang kedua, pakaian semacam ini akan mengundang fitnah dan menarik pandangan (orang lain), terlebih lagi bila ia seorang wanita.

DALIL-DALIL WAJIBNYA SHALAT BERJAMAAH DI MASJID

Wajibkah Shalat Lima Waktu Berjamaah ?

Shalat berjama’ah adalah termasuk dari sunnah (yaitu jalan dan petunjuknya) Rasulullah dan para shahabatnya. Rasulullah dan para shahabatnya selalu melaksanakannya, tidak pernah meninggalkannya kecuali jika ada ‘udzur yang syar’i.

Bahkan ketika Rasulullah sakit pun beliau tetap melaksanakan shalat berjama’ah di masjid dan ketika sakitnya semakin parah beliau memerintahkan Abu Bakar untuk mengimami para shahabatnya. Para shahabat pun bahkan ada yang dipapah oleh dua orang (karena sakit) untuk melaksanakan shalat berjama’ah di masjid.

Kalau kita membaca dan memperhatikan dengan sebaik-baiknya Al-Qur`an, As-Sunnah serta pendapat dan amalan salafush shalih maka kita akan mendapati bahwa dalil-dalil tersebut menjelaskan kepada kita akan wajibnya shalat berjama’ah di masjid.

Sunday, October 23, 2011

Dosa Meninggalkan Shalat Fardhu

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgOtneXlBeHARVGyFp0paR8lpho1gZyDyZbAsLoBQOR4DYNGmfuuOjUsB4TRm2GgybkK-0vfa6Ik17VEKr_RJOGyCzdrkZQYEVi1qfpuxHB8EjXsqrRbIxZOTVrDaRnxqmjjVfeGtDfpiI/s320/solat.jpg
Dosa Meninggalkan Shalat Fardhu :

1. Shalat Subuh : satu kali meninggalkan akan dimasukkan ke dalam neraka selama 30 tahun yang sama dengan 60.000 tahun di dunia.
2. Shalat Zuhur : satu kali meninggalkan dosanya sama dengan membunuh 1.000 orang umat islam.
3. Shalat Ashar : satu kali meninggalkan dosanya sama dengan menutup/meruntuhkan ka’bah.
4. Shalat Magrib : satu kali meninggalkan dosanya sama dengan berzina dengan orangtua.
5. Shalat Isya : satu kali meninggalkan tidak akan di ridhoi Allah SWT tinggal di bumi atau di bawah langit serta makan dan minum dari nikmatnya.

Wednesday, October 5, 2011

Menyingkap 1001 Hikmah Shalat Subuh


sholat.jpg“Sesungguhnya amal manusia yang pertama kali dihisab pada hari kiamat adalah shalatnya” Jika shalatnya baik, maka baik pula seluruh amalnya; dan kalau jelek, maka jeleklah seluruh amalnya. Bagaimana mungkin seorang mukmin mengharapkan kebaikan di akhirat, sedang pada hari kiamat bukunya kosong dari shalat Subuh tepat waktu?

“Sesungguhnya shalat yang paling berat bagi orang munafik adalah shalat Isya’ dan shalat Subuh. Sekiranya mereka mengetahui apa yang terkandung di dalamnya, niscaya mereka akan mendatangi keduanya (berjamaah di masjid) sekalipun dengan merangkak” [HR Al-Bukhari dan Muslim]

Shalat Subuh memang shalat wajib yang paling sedikit jumlah rekaatnya; hanya dua rekaat saja। Namun, ia menjadi standar keimanan seseorang dan ujian terhadap kejujuran, karena waktunya sangat sempit (sampai matahari terbit)

Wednesday, September 14, 2011

PANDUAN LENGKAP SEMBAHYANG

Berwudhu
Berwudhu
  • Yang praktis dan mencukupi
  • Yang sebaik-baiknya
  • Hikmah-hikmahnya

Cara atau jalan untuk membina mental dan rohani sungguh banyak sekali. Jalan yang pasti ialah mendekatkan diri kepada Allah SWT dan mengekalkannya yang disebut sebagai ibadah. Salah satu mata rantai ibadah itu adalah Wudhu'.

Kegunaan Air Wudhu

  • Untuk segala macam solat hukumnya wajib.
  • Untuk Thawaf di Ka'bah, thawaf apa saja, hukumnya wajib.
  • Sewaktu hendak membaca Al-Qur'an hukumnya sunnat
  • Sewaktu hendak tidur atau lain-lain perbuatan yang baik, hukumnya sunnat

Alat Yang Dipakai

Alat yang dipakai ialah air. Meskipun demikian, air yang digunakan untuk berwudhu' adalah air yang suci lagi menyucikan (pengertiannya?), iaitu: Air hujan, Air Sumur, Air Sungai, Air Laut, Air dari mata Air, Air Telaga, Air Danau, Air Ais, Air Ledeng.

Cara-caranya

Berniat dalam hati bahawa berwudhu' untuk..., lalu:

  • Membasuh muka dengan air (cukup sekali asalkan merata ke seluruh muka)
  • Basuhlan tangan hingga sampai dengan kedua siku (cukup sekali asal merata).
  • Sapulah sebahagian kepala, cukup sekali saja
  • Basuhlan kaki hingga sampai dengan kedua mata kaki (cukup sekali asal merata).

Bila dikerjakan seperti di atas, maka wudhu' sudah sah.

Berwudhu' yang lebih sempurna

Bila ingin berwudhu' lebih sempurna, yakni sempurna lahiriah dan sempurna pula dalam ganjaran, maka kerjakanlah tabahan-tambahannya dengan cara sebagai berikut:

1. Mulailah dengan mengucapkan Bismillaahir rahmaanir rahiim...

2. Menghadaplah kearah kiblat

3. Usahakanlah berwudhu' dengan tidak meminta bantuan orang lain, seperti menimba, dan sebagainya.

4. Basuhlah jari-jari tangan dengan menyelat-nyelatinya. Dan bagi jari yang bercincin, jam atau perhiasan yang dipakai di jari-jari lainnya, bukalah perhiasan tersebut agar air dapat merata membasahi seluruh jari-jari.

5. Berkumur-kumur.

6. Masukkanlah air ke dalam hidung, lalu keluarkanlah kembali (istinsyaq).

7. Gosoklah gigi untuk menghilangkan sisa makanan dan bau mulut yang kurang sedap.

8. Mulailah dengan anggota wudhu'yang sebelah kanan.

9. Ulangilah masing-masing sampai tiga kali (3X).

10. Ratakanlah air hingga membasahi seluruh anggota wudhu'

11. Ketika menyapu kepala, ratakan seluruhnya (letakkan ibu jari samping kiri dan kanan kepala, lalu putarlah telapak tangan dari depan ke belakang, kemudian kembali ke depan (cukup sekali).

12. Basuhlah telinga dengan memasukkan telunjuk ke lubang telinga, ibu jari dibelakang telinga.

13. Bila selesai berwudhu', hadapkan muka ke arah kiblat dan berdoalah dengan membaca:

Asyhadu an laa ilaaha illalaahu wa asyhadu anna Muhammadan 'abduhu wa Rasuuluh, Allahummaj'alnii minat tawwaa biinaa waj'alnii minal mutathahhiriin.

Aku bersaksi bahwa Tidak ada Tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa sesungguhnya Muhammad itu adalah hamba-Nya dan rasul-Nya. Ya allah , masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang bertaubat, dan jadikanlah aku masuk ke dalam golongan orang-orang yang suci.

14। Lakukanlah solat sunnat wudhu' dua raka'at.

Monday, September 12, 2011

THUMA’NINAH DI DALAM SHALAT


Banyak dari orang-orang yang mulai sadar akan pentingnya shalat masih mengabaikan perkara thuma’ninah di dalam shalat. Padahal hanya dengan thuma’ninah seseorang bisa khusyu’. Dan mustahil kekhusyu’an bisa tercapai dengan ketergesa-gesaan. Karena setiap kali bertambah thuma’ninah seseorang, maka bertambah pula kekhusyu’annya dan setiap kali berkurang thuma’ninah-nya maka bertambahlah ketergesa-gesaannya, sehingga jadilah gerakan kedua tangannya seperti sesuatu yang sia-sia yang tidak diiringi dengan kekhusyu’an. Dan Allah  telah memuji hamba-hamba-Nya yang khusyu’ di dalam shalatnya,

{قَدْ أَفْلَحَ المُؤْمِنُونَ الذِينَ هُمْ فِي صَلاَتِهِم خَاشِعُونَ} (المؤمنون: 1-2)

“Sungguh beruntunglah orang-orang yang beriman ( yaitu) mereka yang khusyu’ di dalam shalat mereka” (Qs। Al Mu’minun; 1-2).

Membaca Al Fatihah


Surat Al Fatihah adalah Ummul Qur`an (Induknya Al Qur`an) dan Ruhnya Al Qur`an karena di dalamnya terkumpul macam-macam pujian, sifat-sifat yang tinggi bagi Allah subhanahu wa ta’ala, penetapan tentang kerajaan dan kekuasaan-Nya, adanya hari kiamat dan hari pembalasan, demikian pula ibadah serta niat। Terkandung pula di dalamnya macam-macam Tauhid dan beban syariat. Juga mengandung doa yang paling utama dan permintaan yang paling mulia, yaitu permintaan agar selamat dari jalannya orang-orang yang menentang dan yang sesat menuju jalannya orang-orang yang berilmu dan orang-orang yang mengamalkan ilmunya.

Sebagaimana telah ditetapkan dalam risalah kenabian dengan jalan harus mengikutnya। Oleh sebab itu maka wajib membaca Al Fatihah di tiap-tiap rakaat. Sah dan tidaknya shalat bergantung dengannya. Dan peniadaan hakekat shalat yang syar’i tanpa membacanya. Hal ini dikuatkan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah dari Abu Hurairah rodhiyallahu ‘anhu secara marfu’ (sampai pada Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam):

Sunday, November 28, 2010

Shalat-shalat Shunnah.

Selain shalat wajib, juga ada shalat sunnah. Macamnya ada lima belas shalat, yaitu :

1. Shalat Wudhu, Yaitu shalat sunnah dua rakaat yang bisa dikerjakan setiap selesai wudhu, niatnya :

�Ushalli sunnatal wudlu-I rak�ataini lillahi Ta�aalaa� artinya : �aku niat shalat sunnah wudhu dua rakaat karena Allah�

2. Shalat Tahiyatul Masjid, yaitu shalat sunnah dua rakaat yang dikerjakan ketika memasuki masjid, sebelum duduk untuk menghormati masjid. Rasulullah bersabda �Apabila seseorang diantara kamu masuk masjid, maka janganlah hendak duduk sebelum shalat dua rakaat lebih dahulu� (H.R. Bukhari dan Muslim). Niatnya :

�Ushalli sunnatal Tahiyatul Masjidi rak�ataini lillahi Ta�aalaa� Artinya : �aku niat shalat sunnah tahiyatul masjid dua rakaat karena Allah�

3. Shalat Dhuha. Adalah shalat sunnah yang dikerjakan ketika matahari baru naik. Jumlah rakaatnya miimal 2 maksimal 12. Dari Anas berkata Rasulullah �Barang siapa shalat Dhuha 12 rakaat, Allah akan membuatkan untuknya istana disurga� (H.R. Tarmiji dan Abu Majah). Niatnya :

�Ushalli sunnatal Dhuha rak�ataini lillahi Ta�aalaa� Artinya : �aku niat shalat sunnah dhuha dua rakaat karena Allah�

Tuesday, November 23, 2010

Rahasia Sholat 5 Waktu




Ali bin Abi Talib r.a. berkata, “Sewaktu Rasullullah SAW duduk bersama para sahabat Muhajirin dan Ansar, maka dengan tiba-tiba datanglah satu rombongan orang-orang Yahudi lalu berkata, ‘Ya Muhammad, kami hendak bertanya kepada kamu kalimat-kalimat yang telah diberikan oleh Allah kepada Nabi Musa A.S. yang tidak diberikan kecuali kepada para Nabi utusan Allah atau malaikat muqarrab.’

Lalu Rasullullah SAW bersabda, ‘Silahkan bertanya.’

Berkata orang Yahudi, ‘Coba terangkan kepada kami tentang 5 waktu yang diwajibkan oleh Allah ke atas umatmu.’

Sabda Rasullullah saw, ‘Shalat Zuhur jika tergelincir matahari, maka bertasbihlah segala sesuatu kepada Tuhannya। Shalat Asar itu ialah saat ketika Nabi Adam a.s. memakan buah khuldi. Shalat Maghrib itu adalah saat Allah menerima taubat Nabi Adam a.s. Maka setiap mukmin yang bershalat Maghrib dengan ikhlas dan kemudian dia berdoa meminta sesuatu pada Allah maka pasti Allah akan mengkabulkan permintaannya. Shalat Isyak itu ialah shalat yang dikerjakan oleh para Rasul sebelumku. Shalat Subuh adalah sebelum terbit matahari. Ini kerana apabila matahari terbit, terbitnya di antara dua tanduk syaitan dan di situ sujudnya setiap orang kafir.’

Monday, November 22, 2010

Dilarang Sholat Pada Jam/Waktu Berikut!

Bismillah,

Sholat sunnah yang dilarang sholat padanya ada 5 waktu kecuali karena sudah ada sebab yang pertama yaitu :

1 . Sesudah sholat subuh sampai terbit matahari

2. ketika terbit matahari sampai sempurna dan naik setinggi tombak

3. apabila matahari persis di kepala kita (waktu istiwa)

4. setelah sholat ashar sampai tenggelam matahari

5. ketika tenggelam matahari sampai sempurna tenggelam

Sunday, October 3, 2010

Larangan Keras Meninggalkan Shalat Dengan Sengaja

Allah SWT berfirman, "Maka datanglah sesudah mereka pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka kelak mereka akan menemui kesesatan," (Maryam: 59).

Allah juga berfirman, "Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya, orang-orang yang berbuat riya, dan enggan (menolong dengan) barang berguna," (Al-Maa'uun: 4-7).

Diriwayatkan dari Jabir bin 'Abdillali r.a., ia berkata, "Rasulullah saw. bersabda, ‘Batas pemisah antara seorang hamba dengan kemusyrikan dan kekufuran adalah meninggalkan shalat’," (HR Muslim [82]).

Friday, October 1, 2010

Doa qunut

Doa qunut adalah sebuah doa yang dibaca ketika shalat jamaah subuh dan isya. Kata qunut sendiri berasal dari kata qanata, artinya patuh dalam mengabdi (kepada Allah).

Doa qunut sendiri ada 2 macam:

Pertama, doa qunut yang khusus ditujukan kepada Tuhan pada waktu terjadi malapetaka., sebagaimana pernah terjadi pada waktu 70 mubalig yang terdiri dari para sahabat rasul dibunuh oleh Kabilah Ra’l, Dakwan, dan lain-lain.

Wednesday, September 29, 2010

RUKUN-RUKUN SHALAT

inilah rukun-rukun yang tidak boleh terlewat dalam sholat …
1. Berdiri bila mampu.
2. Takbiratul ihram (membaca Allahu Akbar).
3. Membaca surat Al-Fatihah.
4. Ruku’.
5. Bersujud dengan tujuh anggota (badan).
6. Bangun dari sujud.
7. Duduk di antara dua sujud.
8. Thuma’ninah (tenang) dalam setiap gerakan shalat.
9. Tertib dalam melakukan rukun-rukun di atas.
10. Tasyahhud akhir (membaca At-Tahiyat).
11. Duduk ketika tasyahhud akhir.
12. Membaca shalawat Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.
13. Mengucapkan dua salam.

Shalat Shubuh Berjamaah

DO'A SESUDAH SHALAT

DO'A SESUDAH SHALAT
<><><><>
DO'A
……
A 'uudzu billahi minasy syaithaanirrajiim. Bismillaahirrahmaanir rahiim
.
Alhamduliilaahi rabbil 'aalamiin, hamdan dzaakiriin, hamdan syaakiriin, hamday yuwaafii ni 'amahuu wayukaafii maziidah, yaa rabbna lakal hamdu kaa yambaghii lajalaali wajhika wa 'azhiimi sulthaanik
.
Allaahumma shalli wasalli 'alaa sayyidinaa muhammadiw wa'alaa aali sayyidina muhammad, wa radhiyallaahu tabaaraka wata'aalaa 'an kulli shahabati rasuulillaahi ajma 'iin
.
Allaahumma innaa nas aluka salaamatan fiddiini wa'aafiyatan filjasadi wazìyaadatan fil ilmi wabarakatan fir rizqi wataubatan qablal mauti warahmatan 'indal mauti wamaghfiram ba' dal maut. Allaahumma hawwin 'alainaa fii sakaratil mauti wan najaata minan naari wal 'afwa 'indal hisaab

Tuesday, September 28, 2010

KEUTAMAAN SHALAT & SHALAT BERJAMA’AH

KEUTAMAAN SHALAT
a. Mencegah perbuatan keji dan munkar
Allah Ta’ala berfirman:”Sesungguhnya shalat itu mencegah dari segala kekejian dan kemunkaran” (al ankabuut [49]: 45).
b. Melebur dosa-dosa kecil
Bersabda Rasulullah SAW:”Bagaimana pendapat kalian jika sebuah sungai mengalir di muka pintu salah seorang di antara kalian dan kalian mandi di dalamnya tiap hari lima kali. Masihkah ada kotoran tertinggal di tubuh kalian?” Jawab shahabat:”Tidak!” Maka Rasulullah SAW bersabda:”Demikianlah shalat lima waktu; Allah menghapus dosa-dosa kalian dengannya” (HR. Bukhary dan Muslim).